Obral!

MCU Pre Marital Platinum Pria

Rp1.342.800

wws IBL Kriing / Ingin Layanan Home Service? WA. 085 108 50 5000
Kategori: ,

Deskripsi

MCU Pre Marital Pria

Pre marital screening check up atau tes pranikah merupakan serangkaian tes yang harus dilakukan pasangan sebelum menikah. Di negara-negara lain, pre marital screening sudah menjadi persyaratan wajib bagi pasangan yang akan menikah. Hal tersebut dikarenakan tidak semua orang mempunyai riwayat kesehatan yang baik

Baik itu calon pengantin pria maupun wanita, keduanya sangat disarankan untuk melakukan tes pra nikah ini. Cek kesehatan ini berfungsi untuk mendeteksi penyakit yang mungkin memiliki risiko menular, baik itu ke pasangan sendiri maupun ke calon buah hati di masa yang akan datang

Banyak calon pengantin pria hanya berfokus pada persiapan biaya sebelum menikah. Padahal, aspek kesehatan tak kalah penting. Apalagi, kebanyakan pasangan menikah di Indonesia ingin segera punya anak setelah menikah. Hal ini tentu juga membutuhkan kesiapan fisik mengingat sukses tidaknya punya anak dan kualitas keturunan nanti dipengaruhi oleh kondisi kesehatan kedua orang tuanya. Untuk memastikan calon pengantin pria tak memiliki masalah kesehatan, maka cek kesehatan pranikah sangat dianjurkan.

Berikut jenis cek kesehatan pranikah untuk pria :

1. Pemeriksaan darah

Serangkaian tes darah akan ditempuh calon pengantin, mencakup leukosit, hematokrit, trombosit, Hb, eritrosit, hingga laju endap darah. Untuk perempuan, pemeriksaan tingkat Hb akan membantu mereka mengetahui risiko thalassemia,.

2. Tes golongan darah dan rhesus

Pemerikaan ini penting dilakukan untuk mengetahui kecocokan antara rhesus dengan efeknya terhadap ibu beserta sang anak. Rh-negatif pada perempuan dan Rh-positif pada pria berisiko menimbulkan ketidaksesuaian yang berakibat fatal pada anak.

3. Tes glukosa darah

Mengetahui kadar gula darah bukan hanya akan menyelamatkan Anda dari diabetes. Pasangan yang menjalani pemeriksaan gula darah dapat mengantisipasi komplikasi dari penyakit tersebut. Khususnya pada perempuan hamil yang hormonnya kurang stabil.

4. Deteksi hepatitis B

Dengan tes ini, Anda dan pasangan akan terhindar dari kemungkinan transmisi hepatitis B melalui hubungan seksual. Hepatitis B termasuk penyakit berbahaya karena akan menyebabkan cacat fisik hingga kematian pada bayi yang dilahirkan.

5. Cek penyakit menular seksual (PMS)

Jika sudah seksual aktif, calon pengantin pria perlu melakukan pemeriksaan PMS. Tak hanya bisa menular pada istri kelak, beberapa jenis PMS seperti HIV, hepatitis B, dan sifilis juga bisa ditularkan dari ibu ke janin baik saat masih di dalam kandungan atau pada saat proses melahirkan. HIV dapat menyebabkan kematian, hepatitis dapat menyebabkan kanker hati.

Cek PMS bisa dilakukan melalui tes urine (untuk klamidia atau gonore), maupun tes darah (untuk HIV dan sifilis). Jika sudah ada gejala, dokter akan melakukan pemeriksaan genital lengkap pada kulit, penis, testis, hingga rektum (jika diperlukan).

6. Tes urin

Pemeriksaan urin rutin bertujuan untuk mendeteksi adanya gangguan ginjal, infeksi saluran kemih, maupun penyakit metabolik. Anda dan pasangan disarankan untuk mengambil tes urin lengkap. Lewat pemeriksaan ini, Anda akan mengetahui penyakit sistematik atau metabolik. Penilaiannya didasarkan pada warna, bau, hingga jumlah urin yang dikeluarkan.

7. Cek sperma (analisis sperma)

Untuk memastikan pria memberi “bibit terbaik” saat pembuahan, maka cek sperma bisa dilakukan setidaknya 3 bulan sebelum menikah karena dibutuhkan 73-75 hari untuk proses produksi sperma. Apa saja yang dicek?

Ada 2 hal yang diperiksa, yaitu analisis cairan secara makroskopis dan analisis bibit/sperma secara mikroskopis. Untuk analisis cairan, komponen yang dilihat adalah volume, warna, pH, kekentalan, dan liquofaksi (kecepatan mencair). Sementara itu, analisis bibit/sperma meliputi konsentrasi, presentase sperma yang bergerak, kecepatan, presentase sperma yang bergerak lurus, persentase sperma dengan bentuk kepala normal, dan jumlah sel darah putih.

Dari hasilnya, dapat diketahui seberapa sehat sperma dan apakah sperma bisa membuahi sel telur. Berbeda dengan wanita yang harus sudah pernah berhubungan seks untuk mengetahui kondisi di dalam rahimnya lewat USG vagina, pria hanya perlu memberikan sampel air mani lewat ejakulasi pada laboratorium untuk melakukan cek sperma. Namun, biasanya dibutuhkan lebih dari satu sampel untuk hasil yang lebih akurat.

Syarat Pemeriksaan MCU :
Pasien disarankan berpuasa 10 – 12 jam sebelum pemeriksaan darah & urin, boleh minum air putih selama puasa
Pasien disarankan berpuasa tidak mengeluarkan sperma 3-7 hari sebelum pemeriksaan analisa sperma

 

Home
Shop
Promo
Search